Siswa di Cimahi Kemungkinan Belajar di Rumah Hingga Akhir Tahun

 

CIMAHI - Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna tak ingin gegabah dalam membuka kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah. Apalagi saat ini pandemi virus korona atau Covid-19 masih belum berakhir.

Seperti diketahui, sejak mewabahnya virus korona, seluruh kegiatan belajar di sekolah di Kota Cimahi ditiadakan. Para siswa dari semua jenjang pendidikan hanya mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring atau online.

"Saya tidak mau coba-coba. Buka sekolah secepatnya bukan solusi jangan sampai tidak disiapkan dengan matang," tegas Ajay, belum lama ini.

Secara teori medis, terang Ajay, anak-anak masih rentan terpapar virus korona disamping Lansia. Apalagi khususnya anak sekolah dasar yang memang agak sulit untuk diatur.

"Lihat punya teman bagus maskernya lalu bertukar, agak sulit untuk harus pakai masker terus," ucapnya.

Dengan masih adanya penyebaran virus korona itu, kata Ajay, acuan Pemkot Cimahi untuk membuka sekolah kemungkinan besar tahun depan atau semester II tahun ajaran 2020-2021.
"Kita masih acuannya kemungkinan sekolah dibuka Januari 2021 saja," ucap Ajay.

Meski belum dipastikan kapan sekolah akan menggelar tatap muka, lanjut Ajay, pihaknya tetap melakukan persiapan secara matang. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pendidik.
Para tenaga pendidik khususnya guru akan dilakukan tes Covid-19 baik secara swab maupun rapid. Deteksi dini tersebut sudah dilakukan dan akan berlangsung hingga awal September mendatang.
"Ini bukan dalam artian akan segera sekolah tatap muka, enggak juga. Ini bagian dari persiapan menuju kesana, tapi kalau dalam waktu dekat belum dulu," ujarnya